Pada tahun 1987 berdiri di Batavia berdiri Postspaarbank (bank tabungan pos) menjadi cikal baka beridirinya Bank BTN. Kemudian pada 1 April 1942, pemerintah Jepang mengambil alih Postparbank dan mengganti namanya menjadi Tyokin Kyoku.

Setelah kemerdekaan, tepatnya 9 Februari 1950 pemerintah mengambil alih bank Tyokin Kyoku. Kemudian Pemerintah Republik Indonesia mengubah namanya menjadi Kantor Tabungan Pos.

Bank Tabungan Pos akhirnya berubah nama lagi menjadi Bank Tabungan Negara. Ini berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 4 tahun 1963.

Pada 29 Januari 1974, pemerintah menunjuk Bank BTN sebagai wadah pembiayaan proyek perumahan untuk rakyat. Seiring berjalannya waktu Bank BTN menjadi satu-satunya bank yang secara penuh mendukung KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

Tujuannya adalah untuk mengembangkan bisnis perumahan di Indonesia. Hal ini terbukti sampai sekarang, jika mendengar BTN pasti langsung terlintas KPR.

BTN atau Bank Tabungan Negara
Logo Bank BTN.

Awal Mula Bank BTN Berdiri Sampai Saat Ini

Setelah beberapa kali mengalami perubahan nama, akhirnya pada tahun 1989 Bank BTN mengeluarkan obligasi pertamanya. Kemudian pada tahun 1992 berubah status menjadi PT. Bank Tabungan Negara (Persero).

Pada tahun 1994, kesuksesan dalam bidang KPR membuat bank ini berubah status dari bank Konvensional menjadi Bank Devisa.

Ini membuatnya bisa menerbitkan Letter of Credit (L/C) serta pembiayaan usaha dalam bentuk Dollar dan lainnya. Selain itu, dengan statusnya yang sudah persero memungkinkan untuk bergerak sebagai bank umum (komersial) lebih luas lagi.

Pada tahun 2002, melalui surat No. 5 – 544/MMBU/2002 Pemerintah melalui menteri BUMN memutuskan Bank BTN sebagai Bank umum dan lebih fokus pada bisnis pembiayaan perumahan tanpa subsidi.

Pada tahun 2009, akhirnya BTN menawarkan saham perdananya (IPO) dan listing di Bursa Efek Indonesia.

Meskipun identik dengan KPR tetapi bukan berarti Bank BUMN yang satu ini ketinggalan dari Bank BUMN lain. Karena seperti kita tahu bukan hanya KPR saja produknya tapi ada juga simpanan, kartu kredit dan lainnya seperti bank umum.

Begitu juga dengan kemudahan pelayanan kepada nasabah dalam bertransaksi. Tidak hanya bisa melalui ATM tetapi bisa lewat internet banking maupun mobile banking.

Meskipun memang untuk mobile banking tampilannya masih terkesan kurang kekinian jika kita bandingkan dengan 3 Bank BUMN lainnya.

Tapi bukan berarti fiturnya tidak modern, ini terbukti dengan adanya beberapa fitur pada mobile banking BTN yang mengikuti perkembangan.

Misalnya sudah memiliki fitur tarik tunai di ATM tanpa kartu, transfer ke saldo dompet digital dan lain sebagainya.